Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

7 Air Terjun Unik Di Sumatera Utara


1. Air Terjun Mbilulu
Berbicara tentang Kabupaten Pakpak Bharat  yang  merupakan sebuah kabupaten yang  berdiri pada tanggal 25 Februari 2003, hasil dari pemekaran Kabupaten Dairi dan berada pada Jajaran Pegunungan Bukit Barisan. Etnis yang mendiami mayoritas suku Batak Pakpak. Ditambah dengan suku pendatang seperti Toba, Karo, Nias, dll
Air terjun ini terletak di desa Prongil Julu, Kecamatan Tinada, memilki kekayaan Flora yang masih asri, sesampainya di lokasi anda dipukau air terjun kembar yang begitu Indah dengan ketinggian kurang lebih 12 Meter. Tempat wisata alam ini sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun dari daerah lain. 

Dunia Pariwisata yang cukup memukau di wilayah zamrud hijau ini dominan Nature Tourism ( Wisata Alam) yang sangat potensial untuk berkembang, hanya saja memerlukan sentuhan tangan tangan yang ahli untuk mengelola dan mempublikasikannya ke dunia luar.

2. Air Terjun Murshala
Pasti pernah denger nama Murshala? sebuah pulau di kabupaten tapanuli utara, dengan ibukota Sibolga. Pulau ini menjadi lokasi syuting sebuah film tentang budaya dan pariwisata batak oleh sineas terkenal ibu kota jakarta. diloaksi ini ada air terjun yang langsung jatuh ke Laut. Keren loh!!

Keunikannya terletak pada jatuhnya air terjun yang langsung kelaut, Selain pulaunya yang memang sangat indah, cocok untuk kamu penggila wisata bahari snorkling dan diving sangat  dianjurkan ketempat ini. Objek wisata Pulau Murshala memang rugi kalau dilewatkan.

3. Air Terjun Dwi Warna

Nama dwi warna ini berasal dari warna air terjun sendiri, yakni biru muda dan putih. Kedua warna ini disebabkan oleh larutan fosfor belerang dari tebing bebatuan. perpaduan ini berhasil menyuguhkan keunikan dan eksotisme alam yang sangat indah. 

Dilokasi ini terdapat dua buah air terjun yang saling berdekatan, namun keduanya memiliki temperatur yang berbeda, ada yang airnya sangat dingin dan ada pula yang hangat.

Petualangan anda akan dimulai saat menapak akses ke lokasi, melintasi hutan dalam kurun waktu kurang lebih dua jam, namun tidak usah ragu, perjuangan itu akan terlupakan apabila anda sudah berada di Air Terjun Dwi Warna sekaligus menikmati suguhan spektakuler ciptaan yang maha kuasa.

Cukup merogoh kantong Rp. 15.000 sebagai retribusi, sekaligus sebagai pendataan, jadi tidak usah takut. Apabila anda tersesat atau hilang maka team sar akan segera road.
4. Air Terjun Cinta
Bentuk dinding tempat jatuhnya air yang berbentuk hati, itulah alasannya mengapa disebut air terjun cinta.
Air terjun ini terletak di Kecamatan Simanindo, tepatnya di daerah Tuktuk.
Namun sayangnya lokasi air terjun sendiri terlalu jauh dan trayek kesana cukup sulit, sehingga jarang ada orang yang berkunjung langsung, tapi tak usah khawatir karena cukup memandang dari kejauhan saja mata bentuk hati atau love itu sangat jelas, hanya dengan mata telanjang. Jadi kalau berwisata ke Pulau Samosir atau danau Toba, jangan lewatkan air terjun ini.

5. Air Terjun Sigura-Gura
Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun Sigura gura yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter dan menjadi air terjun tertinggi di Indonesia. Air sungai  asahan ini  biasa diarungi untuk kegiatan olahraga arung jeram yang berada pada area sepanjang 22 km, mulai dari Desa Tangga atau tepat di depan pintu Bendungan Sigura-gura hingga Bandar Pulau, yang menjadi muara sungai. Air terjun gura-gura tentunya menjadi salah satu tonggak kehidupan masyarakat di Sumatera Utara, sebab aliran air terjun ini digunakan untuk penggerak utama generator.

6. Air Terjun Sipiso-Piso
Air Terjun Sipiso-Piso merupakan salah satu objek wisata andalan Propinsi Sumatera Utara. Air terjun Sipiso-Piso adalah salah satu air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120 meter. Terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Lokasi air terjun ini berada tidak jauh dari danau terbesar di Indonesia, yaitu Danau Toba.
Air terjun yang berada pada ketinggian 800 meter dpl ini terbentuk dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah goa disisi kawah danau Toba. Air yang keluar dari goa yang berukuran tidak begitu besar itu sangat deras apalagi jatuh pada ketinggian 120 meter, membuat air terjun ini begitu indah. Kata "piso" berarti pisau, karena memang air terjun ini bila dilihat dari jauh bentuknya seperti pisau, kecil dan  panjang.

7. Air Terjun Lae Pendaroh

Sesuai dengan kata "Lae Pendaroh" yang berarti air berdarah, warna airnya memang terkadang berwarna merah seperti darah. Terletak di Kabupaten Dairi, sebuah kota kecil yang terkenal dengan Kopinya, Air terjuin ini persis di pinggir jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sidikalang dengan Berastagi.Sehingga sangat mudah untuk dikunjungi.

Air terjun ini menjadi salah satu objek wisata unggulan kabupaten Dairi yang terkelola dengan baik, air ini langsung jatuh dan menyatu ke sungai, banyak masyarakat yang melintas menjadikan kawasan ini sebagai tempat beristirahat didalam perjalanan, karena memang suasana air terjun dikelilingi oleh hutan yang masih lebat dan asri, selain itu mata akan dimanjakan dengan pemandangan kota Sumbul dan Pegunungan Bukit Barisan yang terlihat dari lokasi.

Nah, kalau kamu pecinta wisata alam khususnya Air Terjun, jangan lupa mengunjungi kawasan tersebut diatas jika sedang traveling atau bacpackeran ke Sumatera Utara

7 Keunikan Sumatera Utara


1. Becak Medan


 kalau ditanya apa alat transportasi yang pertama sekali dicari pengunjung jika ke medan, jawabannya adalah Becak Medan.

Becak Medan ya becak Medan!!

benar sekali, desain yg unik, ditambah pernak pernik hasil kreatifitas sang empunya membuat becak ini seolah menjadi maskot kenderaan di Medan. Tetapi jangan salah! walaupun namanya jelas mengidentikkan ibu kota provinsi, namun keberadaanya kini sudah menyebar di seluruh kawasan Sumatera Utara.


2. Bika Ambon 

Pertama sekali mendengar kue ini, pasti anda akan teringat sebuah nama kota dibagian timur, Ambon! 

Menurut desas desus yang beredar, ada 2 versi mengapa disebut bika ambon. Versi pertama mengasumsikan bahwa pembuat kue ini adalah orang Ambon namun berdomisili di Medan. Sedangkan versi ke dua adalah warna kue ini yang memang gelap, sehingga dihubungkan dengan kata Ambon. Dimana kulit penduduknya mayoritas berwarna gelap manis. 

Bika Ambon menjadi buah tangan wajib jika berkunjung ke Sumatera Utara. Hampir di setiap sudut para pedagang menyediakan roti yang sebagian besar komposisinya terbuat dari nira dan madu ini.


3. Ulos 

Masyarakat di Sumatera Utara sebagian besar merupakan suku Batak. Warisan kebudayaan batak turun temurun yang memiliki nilai tinggi berwujud pada beberapa peninggalan nenek moyang, namun masih dijaga dan dilestarikan sampai sekarang. 

Ulos adalah salah satu element tak terpisahkan dari setiap kegiatan adat istiadat masyarakat batak. Dulunya ulos hanya berupa kain dengan motif dan warna yang didominasi hitam, merah dan putih. Sesuai perkembangan mode, kini tampilannya semakin lebih atraktif dan menarik. Ulos juga diklasifikasikan kedalam beberapa jenis berkenaan dengan fungsinya. 

Nah bagi anda yang berkunjung ke Sumatera Utara, jangan melewatkan kerajinan yang satu ini untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. 

4. Danau Toba 

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara  menarik wisatawan domestik maupun mancanegara
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

5. Kopi Sidikalang 

Walaupun namanya tidak begitu tenar di Indonesia, tetapi bagi penikmat kopi di luar negeri pasti mereka mengenal kopi Sidikalang. apa sebab? 
Kopi ini memiliki cita rasa khas tersendiri dilidah dan sulit diungkapkan dengan kata-kata, jadi lebih baik anda sendiri yang mencobanya. Sekalipun diseduh di dapur, wanginya akan menyebar ke seluruh penjuru rumah. Kopi Sidikalang memiliki kandungan kafein cukup tinggi. Jadi jangan terkejut jika anda bisa melek sampai semalam suntuk bila sudah mengkonsumsinya. 
Penasaran? 
Kalau mau mendapat kopi ini, Anda harus bersedia meluangkan waktu berplesir ke Sidikalang karena hanya di kota inilah anda bisa menemukan, sesuai dengan namanya, Kopi Sidikalang!


6. Rahmad Wildlife Museum and Gallery

Merupakan sebuah museum galeri dengan beragam koleksi yang sangat mengagumkan dari berbagai binatang macam satwa liar diawetkan. Dengan 1000 binatang koleksi dari seluruh penjuru Dunia.

Museum ini disnyalir sebagai Galeri terlengkap di Asia Tenggara, Rahmat Syah sang pendiri telah mendapatkan beberapa penghargaan Internasional maupun Nasional atas gagasannya dalam konservasi pelesatarian satwa liar dunia. Seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards, Dan beliau adalah orang pertama dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut.


7. Taman Wisata Iman Dairi 
Disaat negara kita menghadapi konflik SARA berkepanjangan. Taman wisata iman hadir memberikan kontribusi untuk perdamaian dan mengingatkan kita tentang kerukunan umat beragama, Keunikannya terletak pada 5 tempat ibadah di Indonesia, ditata sedemikian rupa di satu tempat bernama bukit sitinjo. Tidak hanya itu saja traveller! banyak monumen dan patung buatan dari setiap agama bisa ditemukan disini. 

Selain itu, Pemandangan dan Keasrian alam menjadi suatu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung! 
Dimana lagi bisa menemukan tempat wisata religi di Indonesia yang berkonsep Kerukunan dan persatuan kalau bukan Taman wisata iman dairi.

Senin, 20 Mei 2013

7 bangunan tua di kota medan

1. Gedung Balai Kota Lama

Gedung Balai Kota Lama ini berdiri sejak tahun 1900 dan telah menjadi saksi perkembangan Kota Medan dari waktu ke waktu. Setidaknya, ada 12 walikota yang pernah memiliki kantor di sana. Bangunan cantik ini sempat mengalami masa-masa kelam. Pada tahun 1990, Gedung Balai Kota Baru dibangun dan mulai saat itulah, Gedung Balai Kota Lama terbengkalai dan tak terurus. Namun setelah ada pembangunan hotel di belakangnya, gedung ini mulai kembali terawat. Letak Gedung Balai Kota Lama ada di Jalan Balai Kota Medan dan bisa dikunjungi kapan saja. Baik malam atau siang, gedung ini tetap memancarkan pesonanya. Kesan paling teringat saat berkunjung di Gedung ini adalah mengingatkan kita pada jaman belanda. 

2. Kantor Pos Medan

Tidak lama Gedung Balai Kota Lama berdiri, dibangunlah Kantor Pos Medan. Bangunan yang didirikan pada tahun 1909 ini memiliki bentuk yang cukup Unik karena memiliki atap kubah. Kantor Pos yang berada di Jalan Medan Merdeka Square ini menjadi destinasi wajib bagi hampir seluruh wisatawan yang melancong ke Medan.

Meski memiliki fungsi yang masih sama, yaitu sebagai kantor pos, bangunan ini hampir selalu ramai didatangi wisatawan. Apalagi letaknya yang tidak terlalu jauh dari Merdeka Walk yang ada di jantung Kota Medan membuat bangunan ini cukup strategis untuk didatangi.

3. Titi Gantung

Jembatan dibangun untuk memudahkan masyarakat untuk mencapai satu tempat ke tempat lain. Ada jembatan tua nan cantik, membentang di atas jalur kereta api, terletak di dekat Stasiun Kereta Api Medan. Namanya Titi Gantung. Bentuknya berliku dan memiliki oranamen indah di sekeliling tubuhnya.

Bangunan yang didirikan tahun 1885 ini memiliki fungsi awal untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang tanpa lewat jalur kereta api, dan untuk para calon penumpang kereta api. Tak hanya sampai di situ, jembatan ini juga bisa digunakan untuk pelancong atau turis yang ingin menikmati pemandangan sekitar dari ketinggian. Jembatan ini menyajikan pemandangan lampu malam yang cantik, terutama saat sedang ada pasar malam di Lapangan Merdeka.

4.   Menara Air Tirtanadi
Inilah ikonnya Kota Medan: Menara Air Tirtanadi. Menara ini sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat Medan terutama yang hidup pada masa penjajahan Belanda. Itu pun tak semua orang bisa menikmati kegunaan dari menara air tersebut. Hanyalah orang-orang golongan bangsawan yang bisa memanfaatkan air dari menara tersebut.

Bangunan yang menjulang dan mencolok karena memiliki bentuk yang kuno ini berada di Jl Sisingamangaraja I dan bisa dilihat dari banyak tempat. Meski sudah dibangun dari tahun 1908, namun menara ini masih berfungsi aktif sampai sekarang. Bangunan setinggi 42 meter ini kini milik PDAM Tirtanadi. Tak hanya bangsawan yang bisa menikmati air dari sini, melainkan semua orang. Jangan lupa untuk mengabadikan menara ini saat berkunjung ke sana ya!

5. Istana Maimoon

Istana Maimoon atau Istana Maimun merupakan jejak peninggalan pemerintahan Kesultanan Deli. Bangunan seluas 2.772 meter pesegi ini memiliki 30 ruang. Istana ini menjadi destinasi utama di Medan karena nilai sejarah dan keindahan bangunannya. Tahun 1888, istana ini dibangun dengan gaya arsitektur campuran antara Melayu, Islam, Spanyol, India dan Italia.

Jika penasaran, Anda bisa datang ke Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun dan lihat sendiri betapa megahnya bangunan ini. Istana yang didominasi warna hijau dan kuning ini sempat terbengkalai, namun telah kembali cantik setelah ada renovasi pada bulan Agustus 2012 lalu.

6. Rumah Tjong A Fie

Adalah seorang asal China yang merantau ke Medan dan berhasil. Ia pun menjadi bangsawan dan memiliki banyak harta kekayaan. Semakin lama, bisnisnya semakin besar dan berhasil. Pria yang bernama Tjong A Fie ini pun menjadi seseorang yang legendaris di Medan.

Kini, ada Rumah Tjong A Fie yang bisa Anda kunjungi untuk sedikit mengenal dan merasakan kehidupan bangsawan ala Tjong A Fie. Rumah yang dibangun pada tahun 1895 ini penuh dengan ornamen dan ukiran nan cantik. Rumah ini merupakan campuran dari arsitektur China, Melayu dan Eropa. Anda akan merasa tertarik ke abad 19 saat memasuki dan menjelajah rumah ini. Jika penasaran, Anda bisa datang ke Jl Ahmad Yani. Bangunannya seperti rumah China, dengan patung singa di kiri dan kanannya serta warna hijau yang mendominasi bangunan.

7. Gedung London Sumatera

Namanya unik, Gedung London Sumatera. Agaknya dinamakan demikian karena bentuknya yang seperti bangunan di London, sedang tempatnya berada di Pulau Sumatera. Gedung megah berwarna putih ini berdiri sejak tahun 1906, bertepatan dengan kelahiran Ratu Belanda masa itu, Ratu Juliana.

Tak cuma megah, gedung berlantai 5 ini juga jadi gedung pertama yang memiliki lift. Pada masa itu, gedung ini memiliki fungsi sebagai kantor perdagangan dan perkebunan. Hingga kini, bangunan yang memiliki nama lain Gedung Lonsum itu tetap berfungsi aktif sebagai tempat perkantoran. Setelah menjadi pusat perkantoran, gedung ini dirubah namanya sedikit jadi PT PP London Sumatera. Letaknya strategis yakni berada di Jl Jendral Ahmad Yani. Gedung yang jadi objek wisata ini telah masuk jadi cagar budaya pemerintah Medan.